Showing posts with label es teh. Show all posts
Showing posts with label es teh. Show all posts

Saturday, 4 April 2015

Kebanyakan Minum Es Teh Bikin Gagal Ginjal

Channel Teh - Setelah seorang pria 56 tahun mengalami gagal ginjal, dokter menemukan bahwa kebiasaannya minum es teh berlebihan setiap hari kemungkinan menjadi penyebabnya. Kasus ini dilaporkan dalam New England Journal of Medicine terbitan 1 April 2015.

Dr Alejandra Mena-Gutierrez dari Ilmu Kedokteran Universitas Arkansas yang merawat pasien dan menulis laporan itu mengatakan fungsi ginjal pria itu belum pulih dan tetap menjalani dialisis. Dialisis adalah metode untuk menyaring limbah dari darah. Metode ini menggantikan fungsi ginjal yang rusak.

Para penulis laporan itu menekankan bahwa moderasi adalah kunci ketika minum teh.

"Kami tidak menyarankan untuk menentang konsumsi teh," kata Mena-Gutierrez. "Jika Anda sehat dan minum teh dengan moderasi, seharusnya tidak menyebabkan kerusakan pada ginjal."

Pada Mei 2014, pria tersebut mengaku pergi ke rumah sakit di Arkansas karena merasa lemah dan sakit. Pengujian menunjukkan bahwa urinenya memiliki tingkat kristal oksalat kalsium yang tinggi, yang merupakan komponen dari batu ginjal.

Menurut laporan tersebut, pria itu tidak memiliki riwayat keluarga penderita penyakit ginjal serta tidak pernah memiliki batu ginjal. Untuk mengobati gagal ginjal, dokter memulai dialisis. 

Pria itu mengatakan kepada dokter bahwa dia minum 16 gelas es teh setiap hari. Teh hitam, yang terkandung dalam es teh yang diminum pria itu, adalah sumber oksalat, senyawa yang dapat menyebabkan masalah ginjal jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Para dokter menyimpulkan bahwa mengkonsumsi banyak oksalat dalam es teh mungkin menyebabkan gagal ginjal yang berkembang cepat.

Saturday, 21 February 2015

Es Teh Bermanfaat Lindungi Tubuh dari Kanker

Sangat banyak warga Indonesia yang gemar minum es teh, terutama di kala cuaca panas. Sebuah studi sains telah mengklaim bahwa es teh sangat bermanfaat bagi tubuh karena melindungi tubuh dari kanker serta penyakit berat lainnya.

Tak hanya itu, ternyata es teh memiliki manfaat di antaranya mencegah penuaan. Seperti pelicin yang kita gunakan pada perabot rumah untuk mencegah karat, es teh mengandung antioksidan yang melindungi tubuh dari polusi dan membantu kita untuk tetap tampak muda.

Es teh juga dapat melindungi tulang. Kebanyakan orang berpikir bahwa susu adalah minuman terbaik untuk menjaga tulang kita tetap kuat. Namun, teh juga memiliki manfaat untuk menguatkan tulang.

Para ahli kesehatan mengatakan, orang yang meminum es teh memiliki tulang yang lebih kuat daripada mereka yang tidak meminumnya.

Manfaat lainnya adalah mengurangi risiko serangan jantung. Menurut dokter, mengonsumsi es teh dapat membebaskan kita dari penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan serangan jantung.

Survei menunjukkan, orang yang minum 3 cangkir es teh 70% lebih aman dari penyumbatan pembuluh darah. Minum es teh menjadi cara terbaik untuk meningkatkan metabolisme dan sistem imun kita. Dengan sistem imun yang kuat kita tidak akan mudah terserang penyakit.

Monday, 3 November 2014

Bahaya Es Teh

ES teh telah menjadi minuman yang akrab bagi masyarakat kita. Baik sebagai pelepas dahaga saat menikmati makanan atau sekadar minuman saat kongkow-kongkow.

Namun tahukah Anda, di balik kenikmatannya, es teh menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan.  Dilansir sebuah situs internet, penelitian di Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkapkan, es teh jika dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan risiko batu ginjal.

Dikutip, dari beritaunik.net, es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal.

“Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk,” kata Dr John Milner, salah seorang asisten profesor Departemen Urologi, yang tergabung dalam penelitian.

Milner mengatakan, pada dasarnya, baik es teh maupun teh panas sama buruknya. Hanya saja, takaran penyajian teh panas biasanya lebih sedikit. Bagaimanapun juga, seseorang akan lebih banyak mengonsumsi teh dingin ketimbang teh panas.