Showing posts with label stress. Show all posts
Showing posts with label stress. Show all posts

Wednesday, 29 April 2015

Teh Bisa Bantu Atasi Stres

Channel Teh - Stres, dalam tingkatan rendah, bisa bermanfaat untuk mendorong prestasi seseorang. Namun, bila stres berlebihan mendera, maka bisa mengakibatkan banyak masalah. Umumnya, saat stres atau tekanan mendera, cara mengatasinya adalah dengan relaksasi. Sayangnya, banyak orang yang kerap mengartikan relaksasi dengan bepergian atau "lari".

"Relaksasi tidak harus selalu berarti menyendiri ke puncak gunung, ke pantai, atau sebagainya. Ada teknik yang sederhana untuk relaksasi, yakni berdiam sejenak, lalu lakukan kegiatan non-analitikal sambil minum minuman tertentu, seperti teh. Hirup dalam-dalam dan fokus ke dalam diri," kata Psikolog keluarga, Roslina Verauli di Jakarta, Rabu (29/4).

Dilanjutkannya, menurut Journal of the Agricultural Chemical Society of Japan di tahun 1998 mengungkapkan, kandungan asam amino bernama theanine pada daun teh dapat merangsang gelombang alfa yang berkaitan dengan kondisi mental dan otak rileks pada individu.

"Menghirup aroma teh atau aroma lain yang disukai juga bisa memberikan kondisi rileks. Tetapi, ini lebih subjektif sifatnya," imbuh Roslina.

Selain itu, kadar kafein yang tidak tinggi pada teh juga dapat memberikan efek mendorong mood sekaligus mengembalikan semangat dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Sunday, 19 April 2015

Secangkir Teh Manis Untuk Hilangkan Stres

Channel Teh - Jika Anda merasa stres dengan pekerjaan di kantor, secangkir teh manis atau kopi sepertinya akan sangat membantu.

Menurut para peneliti, konsumsi gula dapat menekan hormon kortisol yang dilepaskan tubuh saat kita mengalami stres.

Peneliti di Amerika Serikat melakukan penelitian terhadap efek minuman manis ini pada 19 wanita yang berusia 18 hingga 40 tahun.

Seperti yang dikutip dari Daily Mail, setengah kelompok diberi minuman manis saat sarapan, makan siang dan makan malam selama 12 hari. Sementara separuh lainnnya diberi minuman pemanis aspartam.

Para relawan ini diminta tidak mengkomsumsi minuman bergula lainnya. Termasuk manis yang berasal dari jus buah.

Sebelum dan sesudah penelitian itu, para perempuan tersebut diberi tes matematika yang sulit. Kemudian dilakukan scan MRI untuk mengukur respon otak mereka terhadap stres.

Tidak hanya itu, juga dilakukan mengukuran kadar kortisol yang diambil dari sampel air liur.

Dari hasil pemeriksaan diketahui, para wanita yang minum minuman manis memiliki kadar kortisol yang rendah dibandingkan dengan yang meminum minuman dengan pemanis buatan.

Dr Kevin Laugero, salah satu peneliti Universitas California mengarakan ini menjadi bukti pertama bahwa konsumsi gula tinggi dapat mengurangi stres.

Meskipun hasil penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi gula dapat meredakan stres, Dr Laugero juga memperingatkan terlalu banyak mengkomsumsi gula juga tidak dianjurkan untuk kesehatan.

"Stres psikologis atau emosional bisa memicu konsumsi gula yang berlebihan. Kondisi ini juga akan berpengaruh pada kondisi kesehatan. Misalnya dapat memicu obesitas,"jelasnya.